Kamis, Juli 30, 2026
Beranda Parlemen DPRD BARUT Anggota DPRD Suhendra Tekankan Kolaborasi Antardaerah, supaya Hasil Pembangunan Lebih Baik

Anggota DPRD Suhendra Tekankan Kolaborasi Antardaerah, supaya Hasil Pembangunan Lebih Baik

0
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara (PKB/Fraksi PKB), Suhendra.(Foto : IST SuaraDayak.Com)

SUARADAYAK.com, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara (PKB/Fraksi PKB), Suhendra, menyoroti tantangan serius yang disampaikan Bupati Shalahuddin, saat peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tahun 2026, Selasa (28/4/2026).

Politikus terpilih di Dapil III ini menilai, ketergantungan fiskal dan rendahnya kolaborasi antardaerah menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi.

Dari 546 daerah di Indonesia, 469 masih dalam kategori kapasitas fiskal lemah dan sangat bergantung pada dana transfer pusat.

Ia mengatakan, situasi serupa berpotensi berlaku di Barito Utara jika tidak ditanggapi serius, terutama mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kemandirian fiskal itu kunci. Selama daerah masih bergantung pada dana transfer, inovasi dan akselerasi pembangunan akan terhambat. Kami mendorong pemkab lebih agresif menggali potensi lokal, termasuk di sektor perkebunan dan energi terbarukan, tanpa melanggar aturan,”sebut alumnus STIE Indonesia Banjarmasin ini.

Ia menyoroti fenomena daerah yang berjalan sendiri-sendiri, termasuk pengelolaan sampah yang mencapai 16,2 juta ton per tahun secara nasional lantaran tak terkelola secara lintas daerah.

Rekomendasi Berita  Anggota DPRD Wardatun Nur Jamilah Ingatkan Warga Jaga Kebersihan dan Keindahan Kota

Menurut dia, Barito Utara harus mulai membangun skema kolaborasi dengan kabupaten tetangga untuk mengatasi masalah lingkungan dan infrastruktur bersama.

“Jangan ada ego sektoral. Otonomi daerah bukan berarti sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas daerah, terutama dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dan pembangunan infrastruktur penghubung, akan memperkuat ketahanan daerah. Inilah makna nyata otonomi daerah mewujudkan Asta Cita,” pungkas pria yang duduk di Komisi II ini.(*)

Pewarta : Hendrik
Editor : Lana