Minggu, Oktober 4, 2026
Beranda Daerah Buntok Budayakan Cinta Lingkungan Sejak Dini, Ditpolairud Gotong Royong Bersama Anak-Anak Bersihkan Pesisir...

Budayakan Cinta Lingkungan Sejak Dini, Ditpolairud Gotong Royong Bersama Anak-Anak Bersihkan Pesisir Sungai Barito

3
Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah melalui Kapal Patroli KP XVIII-2001, mengajak anak-anak pesisir bergotong- royong membersihkan pesisir DAS Barito, Sabtu (3/10/2026).(Foto : Dok Ditpolairud Polda Kalteng)

SUARADAYAK.com, Buntok – Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah melalui Kapal Patroli KP XVIII-2001, mengajak anak-anak pesisir bergotong-royong membersihkan pesisir DAS Barito, Sabtu (3/10/2026).

Langkah ini sekaligus sebagai upaya menumbuhkan budaya peduli lingkungan demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam menggalakkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Direktur Polairud Polda Kalteng, Kombes (Pol) Dony Eka Putra, melalui Komandan Kapal Polisi KP XVIII-2002 Aipda Aris Pujianto, mengatakan, gotong-royong tersebut diikuti oleh personel Kapal Patroli bersama anak-anak oesisir Sungai Barito.

Seluruh peserta antusias membersihkan lingkungan pesisir sungai DAS Barito.‎VMelalui kegiatan ini, Ditpolairud bukan hanya mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian kepada anak-anak sejak usia dini.

‎Kebiasaan menjaga kebersihan dapat tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

‎”Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa lingkungan yang bersih merupakan tanggung jawab bersama. Dari tangan kecil mereka hari ini, kami berharap tumbuh kesadaran besar untuk menjaga alam di masa depan,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut, ” jelas dia.

Rekomendasi Berita  Kecewa Sawitnya Tak Diurus, Pendapatan Kecil, Ratusan Anggota Koperasi Byna Mitra Utama Ancam Putuskan Hubungan dengan PT AGU

‎Kegiatan gotong-royong ini menjadi momen edukatif yang bermakna bagi anak-anak, karena mereka belajar bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk cinta terhadap lingkungan dan warisan alam semesta yang harus dijaga demi keberlanjutan masa depan.

‎Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Ditpolairud berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh positif serta menginspirasi masyarakat luas untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong dan menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.(*)

Editor : Maulana