Selasa, September 8, 2026
Beranda Berita Bupati Heriyus Dorong Perusahaan HGU Perkuat Kesiapsiagaan

Bupati Heriyus Dorong Perusahaan HGU Perkuat Kesiapsiagaan

0
Bupati Mura Heriyus SE

Suara Dayak.com, Puruk Cahu – Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus mendorong perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi puncak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Mura. Hal itu disampaikan Heriyus saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemerintah dengan Perusahaan Pemegang HGU dalam Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla Tahun 2026 melalui Zoom Meeting dari Aula A Kantor Bupati Mura, Senin (7/9/2026).

Rakor yang dilaksanakan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia tersebut turut diikuti Sekda Mura, Sarwo Mintaro, Asisten I Rahmat K. Tambunan, Asisten II K. Zen Wahyu, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam rakor tersebut disampaikan bahwa pemerintah pusat memperkuat operasi darat di sejumlah provinsi prioritas. Secara nasional, sebanyak 43.481 personel gabungan disiapkan untuk mendukung penanggulangan Karhutla, meliputi unsur BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan. Khusus Kalimantan Tengah, sebanyak 4.686 personel disiapkan dalam mendukung penanggulangan Karhutla. Dukungan tersebut diperkuat dengan berbagai peralatan pemadaman dan perlengkapan operasional sesuai kebutuhan serta kondisi di lapangan.

Rekomendasi Berita  Pemkab Murung Raya Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Heriyus menegaskan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, perusahaan pemegang HGU memiliki peran penting karena wilayah kerja yang luas sehingga perlu memastikan sistem pencegahan dan penanganan kebakaran berjalan optimal. “Kami minta perusahaan HGU aktif melakukan pencegahan, mulai patroli, memastikan kesiapan armada pemadaman,” tegas Heriyus.

Ia juga meminta perusahaan meningkatkan pengawasan di wilayah masing-masing serta segera melakukan penanganan apabila ditemukan potensi maupun titik api.

Sementara itu, Pemkab Mura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama perangkat daerah terkait terus melakukan pemetaan wilayah rawan Karhutla. Pemerintah kecamatan juga didorong meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Kita harus bergerak bersama sejak dini. Karhutla bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan, aktivitas dan keselamatan masyarakat,” ujar Heriyus.

Heriyus berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat dan perusahaan dapat terus diperkuat sehingga potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan. (Man)