SUARA DAYAK.COM, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, Shalahuddin, memastikan bahwa pekerjaan pelebaran jalan dalam kota Muara Teweh telah mulai berjalan, meski masih dalam tahap awal.
Barito Utara-1 menyampaikan hal ini saat diwawancarai media, usai groundbreaking proyek pelebaran jalan di rujab bupati, Muara Teweh, Rabu (18/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan serta Sekretaris Daerah Muhlis, asisten sekda, dan kepala perangkat daerah lain.
Ia menjelaskan, pada tahap awal saat ini pekerjaan masih difokuskan pada kegiatan pendahuluan seperti pemindahan pagar, pemindahan tiang listrik, serta penataan awal kawasan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui mekanisme swakelola sebagai bagian dari kegiatan rutin perangkat daerah.
“Untuk pekerjaan jalan berskala besar akan dilaksanakan melalui kontrak. Proses pengadaan barang dan jasa serta lelang saat ini sedang berjalan. Artinya secara administrasi dan prosedural semuanya sudah berproses,”tambah dia.
Ia menyatakan, pemkab takkan menunggu kontrak selesai untuk mulai bekerja. Begitu kontrak ditetapkan, pekerjaan fisik akan langsung dipercepat.
“Kita tak menunggu kontrak selesai baru bergerak. Dari sekarang sudah mulai bekerja. Begitu kontrak turun, kita langsung tancap gas,”ujar mantan pj bupati Kotim ini.
Ia menyampaikan tahap pertama difokuskan pada penyelesaian aset milik pemkab. Sejumlah pagar kantor pemerintah mulai dibongkar dan disesuaikan dengan rencana pelebaran. Dilanjutkan dengan penanganan aset milik instansi vertikal yang koordinasinya telah dilakukan.
Sedangkan terhadap aset milik masyarakat, proses sosialisasi sudah berjalan. Penilai tanah (appraisal) juga sedang dalam proses lelang untuk memastikan besaran ganti rugi dihitung secara profesional, objektif, serta sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semua akan dihitung secara transparan dan akuntabel. Tidak ada yang kita sembunyikan,”terang dia.
Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas penanganan antara lain Jalan Yetro Sinseng, Jalan Tumenggung Surapati, Jalan Pramuka, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Dahlia.
Ia juga menilai tingkat kepadatan di sejumlah ruas tersebut sudah cukup tinggi, bahkan di kawasan pertokoan kendaraan kerap sulit berputar dan kemacetan sering terjadi.
“Kondisi inilah yang harus segera kita atasi. Kita ingin daerah kita mampu bersaing, tidak kalah dengan kabupaten atau kota lain. Penataan kota harus kita lakukan secara serius dan terencana,” kata dia.
Ia menegaskan, tahapan pelaksanaan yang jelas, yakni menyelesaikan aset milik pemerintah daerah terlebih dahulu, dilanjutkan aset instansi vertikal, dan terakhir aset milik swasta maupun masyarakat, dengan pendekatan persuasif dan profesional.
Ia meminta dukungan seluruh pihak, termasuk media, untuk menyampaikan kepada masyarakat proyek ini sudah berjalan dan bukan sekadar wacana.
“Mari kita kawal bersama agar pembangunan ini cepat selesai, berkualitas, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara,”pungkas dia.(Hendrik)










