
SUARA DAYAK.COM, Muara Teweh – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara (Fraksi Karya Indonesia Raya/Gerindra), Tajeri, menyatakan keprihatinan mendalam, sehingga mengajak seluruh pihak introspeksi, menyusul rentetan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Khususnya mengenai wilayah Barito Utara, ia menekankan pentingnya setiap daerah belajar dari musibah tersebut untuk memperkuat ketahanan dan kelestarian lingkungan.
Ketua DPC Gerindra Barito Utara ini mengatakan, setiap peristiwa membawa pelajaran berharga, sehingga ia mengajak seluruh komponen masyarakat dan pemkab untuk menjadikan momentum ini sebagai perhatian khusus dalam mengelola lingkungan.
“Daerah kita Barito Utara, harus berkaca dan mengambil pembelajaran dari musibah saudara kita tersebut. Harus kita akui, ini adalah fakta di lapangan, masih banyak lahan bekas tambang batu bara yang belum direklamasi,”kata Tajeri di Muara Teweh, Minggu (21/12/2025).
Ia menyampaikan aspirasi dan ekspektasi kepada pemkab agar segera melakukan pengecekan lapangan menyeluruh terkait status reklamasi lahan bekas tambang.
“Harapan saya, dari hasil pengecekan lapangan itu, dapat dilaporkan secara komprehensif kepada Pemerintah Pusat, khususnya kementerian teknis terkait. Tujuannya agar lahan-lahan bekas tambang yang mangkrak dapat segera direklamasi sesuai peruntukannya,” terang dia lagi.
Ia menyayangkan, penemuan pada sejumlah perusahaan tambang yang sudah tak beroperasi, tetapi meninggalkan lahan bekas galian tanpa tindakan reklamasi.
Padahal, sebut dia, aturan per-Undang-Undangan di sektor pertambangan telah jelas memberikan sanksi tegas. Implementasi dan penegakan aturan tersebut perlu menjadi fokus.
“Saya yakin aturannya jelas dan sanksinya tegas. Mari kita pastikan aturan itu bekerja untuk melindungi lingkungan dan masyarakat,” lanjut dia.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Barito Utara untuk turut berperan aktif. Ia mengajak untuk belajar dari peristiwa bencana dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan desa dan daerah masing-masing. Ayo kita galakkan menanam pohon, dan bijak dalam pengelolaan sumber daya alam. Semoga daerah kita dan seluruh wilayah Indonesia terhindar dari musibah serupa,” tandas dia.(Hendrik SA)









