
SUARADAYAK.com, Kasongan – Ditpolairud Polda Kalteng selaku komando utama mendapat kabar Kapal TB. Armada Jaya 11 penarik TK. TB. SOL 2321 tenggelam pada posisi 03° 21’30.9″S
113°25′ 39.7″E di perairan Pagatan, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalteng, Rabu (2/9/2026).
Kronologi kejadian, Rabu sekitar pukul 21.00 WIB, Komandan Kapal Polisi XVIII-2006 Ditpolairud Polda Kalteng, Aipda Choirul Mahfud, menerima laporan dari komunitas pelaut ada tugboat tenggelam di Perairan Pegatan.
Ia berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI AL , KPLP, dan KSOP Sampit menindaklanjuti laporan tersebut.
Setelah menerima laporan, Direktur Polairud Polda Kalteng mengerahkan potensi SAR Polairud dari jajaran paling dekat.
Menurut informasi, kapal TB. Armada Jaya 11 bertolak dari Kapuas, Provinsi Kklalteng hendak menuju Futong, Provinsi Riau.
Kejadian berawal ketika mesin mengalami trouble dan roda propeller terlilit tali tongkang sehingga kandas.
Tanpa diduga air cepat masuk ke tugboat melalui sisi sebelah kiri. ABK tugboat segera mempersiapkan sekoci, sehingga nahkoda beserta ABK masuk ke dalam skoci untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Stasiun Meteorologi Haji Asan Kotawaringin Timur, Rabu, ketinggian gelombang cukup tinggi.
Dalam upaya pencarian, pada pukul 21.30 WIB, delapan personil dari Markas Unit Pagatan Ditpolairud Polda Kalteng yang jaraknya paling dekat dikerahkan menuju lokasi tempat kejadian.
Direktur Polairud Polda Kalteng, Kombes (Pol) Dony Eka Putra, melalui Kamarnit Pegatan Aipda Ade Sudarman membenarkan, kejadian peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.
Kondisi laut saat tim evakuasi berada di lokasi, gelombang masih tinggi, tetapi semua ABK berjumlah tujuh orang berhasil diselamatkan pada hari Kamis (3/9/2026) pukul 00.25 WIB.
“Kondisi tujuh ABK yang selamat itu dalam keadaan baik dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pendataan ABK,” ujar Ade.
Adapun oenyebab atau kerugian atas insiden tersebut masih diselidiki dan dihitung.(*)
Editor : Rohman









