Ketua DPRD Barito Utara Terima Penghargaan Wanita Inspiratif Bertepatan Peringatan Hari Ibu

11
Bupati Shalahuddin didampingi Ketua TP-PKK Maya Savitri Shalahuddin, memberikan karangan bunga kepada Ketua DPRD Barito Utara, Mery Rukaini, sebagai wanita inspirasi pada peringatan Hari Ibu, Senin (22/12/2025).(Foto : Istimewa)

SUARA DAYAK.COM, Muara Teweh – Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara (Partai Demokrat), Mery Rukaini, menerima penghargaan sebagai Wanita Inspiratif dalam acara Peringatan ke-95 Hari Ibu yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara, Senin (22/12/2025).

Acara penghargaan berlangsung di Balai Antang, Muara Teweh, dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat.

Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi, dedikasi, serta peran aktif Mery Rukaini dalam berbagai bidang pembangunan, pemberdayaan perempuan, dan pengabdian masyarakat di Barito Utara.

Dalam kapasitas sebagai Ketua DPRD, ia dinilai telah memberikan inspirasi melalui kepemimpinan yang berintegritas, visioner, dan penuh empati.

Peringatan Hari Ibu tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti talk show perempuan inspiratif, penampilan seni, serta pemberian penghargaan kepada sejumlah perempuan dari berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, seni, dan sosial.

Penghargaan kepada Mery Rukaini ini diharapkan dapat memotivasi perempuan-perempuan lain di Barito Utara untuk terus berkontribusi sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing, mengisi pembangunan dengan semangat kesetaraan dan keadilan.

Rekomendasi Berita  11 Anggota DPRD Barito Utara Bolos, Rapat Paripurna Dua Raperda dan Penetapan Calon Pimpinan Gagal Lagi

Mery meespons penghargaan yang diterimanya sebagai sebuah kehormatan. “Ini adalah kehormatan yang tidak hanya saya rasakan untuk diri sendiri, tetapi untuk seluruh perempuan pekerja keras di Barito Utara. Semoga langkah kecil saya dapat menginspirasi langkah-langkah besar dari banyak saudari kita,”terang dia.

Ia menekankan, penting kolaborasi pembangunan yang inklusif, karena dapat tercapai ketika semua pihak, laki-laki dan perempuan, bahu-membahu.(Hendrik SA)