
SUARADAYAK.com, Muara Teweh- Pemadaman listrik berlangsung nyaris sebulan di Kabupaten Barito Utara membuat masyarakat pelanggan marah.
Alasan pemadaman dimulai dengan narasi pemeliharaan jaringan di Kalimantan. Listrik padam antara 3-6 jam setiap hari. Berlanjut sampai hari ini. Pemadaman baru saja terjadi pada beberapa jalur, mulai pukul 09.00-12.25 WIB, Senin (27/7/2026).
“Kita ini kan daerah penghasil tenaga listrik. Kenapa pihak PLN tidak bisa membuat pengecualian. Buat apa ada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai,” kata seorang tokoh masyarakat, Fery Kusmiadi, kepada SuaraDayak.Com.
Tokoh masyarakat, Ibay, bahkan tak bisa menahan kemarahan. Ia mengajak masyarakat untuk mendemo PLN, karena pemadaman listrik susah ditolerir.
Berkaitan dengan pemadaman listrik, Bupati Barito Utara Shalahuddin sampai memanggil Manager PLN ULP Barito Utara, Pandu Andoka, ke kantor bupati, Senin pagi.
Pandu Andoka mengatakan, pemadaman bergiliran diakibatkan adanya penurunan pasokan daya di sistem inter koneksi Kalimantan disebabkan oleh narator di SPBU Asama-asam terjadi kebocoran dan ada dua unit PLN mengalami gangguan.
“Semua mengakibatkan terjadinya dan terbatasnya pasokan di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, ” alasan Pandu.
Bupati Barito Utara menuding tejadinya kerusakan interkoneksi tidak sehat. Di Muara Teweh tempat sumber gas tidak masalah, sementara kerusakan di PLTU Asam-asam.
“Kenapa dampaknya selalu semua sama. Semestinya ada keringanan, di sana yang rusak lebih banyak, harusnya sama terjadi pemadaman, ” kata bupati.
“Di tempat kita normal, harusnya ditempat kita di kurangi pemadaman. Harusnya berkeadilan jangan sampai tempat kita normal, justru sama sering menerima pemadaman listrik,” sebut dia.
Bupati meminta PLN Barito Utara mengirim surat dan upaya agar jadwal pemadaman bisa dilakukan adil sesuai kendala kerusakan.
Ia juga menegaskan, sikap pemkab selalu membantu dan mendukung PLN Barito Utara. Namun zaman ini perlu disikapi oleh PLN sendiri. Zaman berbeda, karena hal kecil pun sudah diketahui masyarakat.
“Kami mengundang Bapak, karena ingin mengetahui kenapa terjadi pemadaman dan kapan berakhirnya,” ujar dia.
Menanggapi arahan bupati, Pandu Andoka menjelaskan, semua jadwal dan lainnya dilakukan oleh sistem interkoneksi dan (PLN) di sini juga menerima dari sana jadwal pemadaman.
Sampai kapan pemadaman terjadi? Pandu menjawab sampai kini pihaknya belum mengetahui kapan pemadaman berakhir. Upaya PLN antara lain membagikan lampu emergensi kepada hampir semua rumah ibadah di Barito Utara.(*)
Editor : Melkianus He









