Minggu, April 12, 2026
Beranda Daerah Panen Padi Gogo di Karali, Pemkab Mura Targetkan Varietas Unggul Lokal

Panen Padi Gogo di Karali, Pemkab Mura Targetkan Varietas Unggul Lokal

0
Pemkab Mura panen bersama padi gogo di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang, sebagai bagian dari uji varietas padi gogo Tahun Anggaran 2025.

Suara Dayak.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) menggelar panen bersama padi gogo di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang, sebagai bagian dari uji varietas padi gogo Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Kabupaten Murung Raya dengan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kepala Distanik Kabupaten Mura, Sri Karyawati, melaporkan bahwa uji varietas dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Murung melalui Kelompok Tani Bina Usaha, Kecamatan Tanah Siang melalui Kelompok Tani Danta Bandu Desa Karali, serta Kecamatan Tanah Siang Selatan melalui Kelompok Tani Kojeri Sama.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan bantuan teknis budidaya padi gogo, menilai pertumbuhan berbagai varietas, serta mencari varietas yang adaptif terhadap hama, penyakit, dan perubahan iklim. Harapannya, ada varietas padi gogo yang dapat didaftarkan ke Kementerian Pertanian sebagai varietas unggul lokal dari Murung Raya,” jelas Sri Karyawati.

Bupati Murung Raya, Heriyus, mengapresiasi kerja sama dengan IPB serta kehadiran mahasiswa yang turut melakukan penelitian di Desa Karali. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program strategis nasional dalam mewujudkan swasembada pangan.

Rekomendasi Berita  Kepala DLH Ingatkan Warga jangan Buang Sampah Sembarangan

“Biasanya padi gogo di Murung Raya panen satu kali dalam setahun. Ke depan kita upayakan menjadi dua kali, bahkan bisa tiga kali seperti di sawah. Ini untuk meningkatkan efisiensi lahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan agar tidak membuka lahan baru dengan cara membakar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi lahan di Murung Raya yang luas dan subur, sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. “Kita punya lahan luas dan subur. Tanpa pupuk pun bisa tumbuh. Kebiasaan menunggu hasil dari luar harus diubah. Manfaatkan lahan kebun dan tanah yang terbengkalai,” ujarnya.

Selain itu, Bupati turut mendorong Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan kelompok tani untuk mengembangkan program pertanian lainnya, seperti kakao, peternakan, dan hortikultura. Namun, ia mengingatkan pentingnya legalitas kelompok tani, termasuk kepemilikan akta notaris sebagai syarat penyaluran anggaran.

Heriyus berharap melalui kerja sama ini, Kabupaten Murung Raya dapat memiliki varietas unggul lokal yang terdaftar di Kementerian Pertanian. “Target kita tahun 2027 sudah memiliki varietas unggul sendiri. Dengan begitu, penggunaan bibit bisa lebih terarah dan stabilitas pasokan beras dapat terjaga,” pungkasnya. (Man)