SUARADAYAK.COM, Muara Teweh – Terjadi gejolak alias kemelut di Puskesmas Ketapang, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, karena para tenaga kesehatan (nakes) mengirimkan petisi penolakan terhadap kepala Puskesmas, bahkan mogok kerja.
Sumber di Puskesmas Ketapang, mengatakan, pada 15 Agustus 2025 sebanyak 29 ASN Puskesmas Ketapang menandatangi dan mengirimkan petisi penolakan dr. Rixson Pandiangan sebagai Kepala Puskesmas, karena berbagai alasan.
Petisi tersebut dikirimkan kepada pj bupati Barito Utara, DPRD, dan kepala Dinas Kesehatan.
Dalam petisi tersebut diuraikan alasan meminta pergantian kepala Puskesmas Ketapang. Salah duanya dana operasional Puskesmas dan jaringannya tidak disampaikan secara transparan, serta kepala Puskesmas dinilai otoriter.
“Kami datang ke Dinas Kesehatan, Rabu (20/8/2025), tetapi sampai saat ini belum titik terang,” kata dia, Rabu (27/8/2025).
Berkait dengan masalah ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Ruyanto, menjelaskan, pihaknya turun ke Puskesmas Ketapang untuk menyelesaikan permasalahan, Kamis (28/8/2025).
“Kami sudah rapat membahas surat dari para ASN Puskesmas Ketapang. Dinas segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) menggantikan kepala Puskesmas. Hari ini saya di Puskesmas Ketapang, ” terang pria yang lebih akrab disapa Bambang ini kepada SuaraDayak.com.
Ia pun memastikan, Dinas Kesehatan mengutamakan pelayanan di Puskesmas Ketapang bisa normal kembali dan segera merolling kepala Puskesmas Ketapang ke tugas fungsional.
Menanggapi hal ini, dr. Rixson Pandiangan dihubungi lewat platform WhatsApp (WA), mengatakan, dirinya tidak bisa memberikan komentar atau tanggapan tanpa mengetahui konteks dan detail mengenai mosi tidak percaya terhadap pimpinan Puskesmas tersebut.
Setelah diperlihatkan dokumen surat petisi penolakan oleh 29 ASN Puskesmas Ketapang, “Terima kasih untuk informasinya, terkait permasalahan internal di puskesmas Ketapang menunggu arahan dari kepala dinas kesehatan,” kata Rixson.
Salah satu kalangan terdekat dr. Rixson juga sempat mengontak media ini, menyatakan, kepala Puskesmas Ketapang tak sekasar seperti didampaikan dalam surat petisi penolakan. “Mungkin karena logatnya memang begitu. Lagian sudah lama, beliau juga ingin pindah, ” kata dia, Kamis siang.(Melkianus He)