
SUARADAYAK.com, Muara Teweh – Tepat setahun mengemudikan Pemkab Barito Utara, Bupati Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, memaparkan progres 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas dalam refleksi satu tahun kepemimpinan di Muara Teweh, Selasa (6/10/2026).
Paparan bertajuk “11.12 GASPOL” menjadi bagian dari refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan bupati dan wabup Barito Utara, dengan menampilkan berbagai capaian dan progres pembangunan yang telah dilaksanakan pemkab.
Paparan progres 11 program unggulan di antaranya program SIP Pintar, beasiswa daerah, pengadaan alat berat, peningkatan pembangunan kesehatan masyarakat melalui BPJS gratis, pembangunan Balai Latihan Kerja, serta berbagai program pembangunan lain.
Disektor pendidikan, program beasiswa daerah diarahkan untuk masyarakat umum pada jenjang Diploma, Sarjana, Pascasarjana hingga pendidikan profesi.
Program tersebut mencakup beasiswa berprestasi dan beasiswa bagi masyarakat tidak mampu, serta layanan pendukung bagi mahasiswa asal Barito Utara yang menempuh pendidikan di luar daerah.
Disektor kesehatan, capaian keaktifan peserta JKN tercatat mencapai 93,6 persen per Agustus 2026, melampaui target tahunan sebesar 90 persen. Barito Utara juga menerima penghargaan kategori UHC Madya 2026.
Dibidang infrastruktur, progres pembangunan tiga jembatan strategis, yakni Jembatan Sikan-Tumpung Laung dengan progres fisik 58,02 persen, Jembatan Lemo 42 persen, dan Jembatan Lahei 14 persen berdasarkan data September 2026. Ketiga pembangunan tersebut ditargetkan rampung masing-masing pada 2028 dan 2029.
Selain itu, pembangunan Jalan SP Km 34-SP Benangin menjadi salah satu prioritas konektivitas wilayah.
Ruas tersebut memiliki panjang penanganan sekitar 54,40 kilometer dan menjadi koridor logistik strategis yang mendukung sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit dan tanaman jagung.
Adapun pelebaran jalan dalam kota Muara Teweh mencakup pembangunan water front city, peningkatan sistem penyediaan air minum, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, normalisasi dan penataan Sungai Bengaris, serta transformasi budaya kerja aparatur sipil negara.
Dalam satu tahun, Pemkab Barito Utara mencatat peningkatan opini BPK dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada LKPD 2024 menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada LKPD 2025.
Termasuk pula catatan peningkatan dengan melaksanakan apel pagi di setiap dinas, transformasi budaya kerja ASN, serta penguatan disiplin dan kepemimpinan.
Pelaksanaan car free day (CFD) Muara Teweh yang dilaksanakan setiap hari Minggu, terbaik I Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang, Batara Expo 2026 dan pemenuhan 6 standar pelayanan minimal posyandu.
Menurut Shalahuddin, paparan refleksi satu tahun ini menjadi gambaran evaluasi sekaligus arah keberlanjutan pembangunan Barito Utara melalui semangat GASPOL, dengan sasaran mendorong Barito Utara semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekda Muhlis, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara R. Firmansyah, pejabat mewakili Kapolres, staf ahli bupati, asisten sekda, kepala perangkat organisasi daerah, dan wartawan.(*)
Editor : Fathur Rohman









