Strategi IMPIAN Guru SMPN 9 Muara Teweh : Melesatkan Hasil Belajar Menuju Pembelajaran Bermakna

27
Nur Ika Sulistyaratih, S.Si., Gr., M.Pd. meraih juara 1 Guru Berprestasi jenjang SMP Kabupaten Barito Utara.(Foto : Dok pribadi)

SUARADAYAK.COM, Muara Teqeh – Di era pendidikan abad ke-21, murid dituntut untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

Namun, pendekatan pembelajaran yang masih bersifat tradisional kerap tidak mampu menjawab kebutuhan tersebut.

Menyadari hal ini, seorang guru IPA di SMP Negeri 9 Muara Teweh, Nur Ika Sulistyaratih melahirkan sebuah inovasi pembelajaran yang ia beri nama Strategi “IMPIAN”.

IMPIAN merupakan akronim dari Identifikasi Kebutuhan Belajar Murid, Mindfulness, Problem Based Learning, dan Refleksi Pembelajaran. Strategi ini telah terbukti efektif meningkatkan hasil belajar murid sekaligus menghadirkan suasana belajar yang lebih bermakna.

Atas dedikasi dan keberhasilannya, inovasi IMPIAN mengantarkan Nur Ika meraih Juara 1 Guru Berprestasi jenjang SMP Kabupaten Barito Utara pada 13 Agustus 2025 yang nantinya akan mewakili Kabupaten Barito Utara mengikuti jenjang seleksi guru berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata profesionalisme dan akuntabilitasnya di mata para juri hingga tingkat provinsi.

Rangkaian Strategi IMPIAN

Identifikasi Kebutuhan Belajar
Proses pembelajaran dimulai dengan mengungkap kebutuhan murid melalui pertanyaan pemantik dan penggunaan sticky notes. Langkah ini membuat guru benar-benar memahami arah dan fokus belajar murid.

Rekomendasi Berita  Haknya Tak Diakomodir Tim PKS, Perwakilan Masyarakat Muara Mea Minta Bantuan DPRD Barito Utara

Mindfulness
Murid diajak melakukan teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) dengan iringan musik relaksasi. Latihan sederhana ini membantu mereka menenangkan pikiran, meningkatkan konsentrasi, dan siap menerima pembelajaran dengan lebih fokus.

Problem Based Learning (PBL)
Bagian inti dari strategi ini adalah pembelajaran berbasis masalah. Murid didorong untuk aktif berpikir kritis, bekerja sama, serta memecahkan persoalan nyata dengan bantuan media interaktif seperti presentasi digital, Canva, maupun video.

Refleksi Pembelajaran
Setiap akhir sesi, murid melakukan refleksi melalui asesmen tertulis atau kuesioner digital dengan beragam platform (Canva, Kinemaster, Wordwall). Refleksi ini menjadi dasar evaluasi sekaligus perbaikan berkelanjutan bagi guru maupun murid.

Dampak Nyata IMPIAN
Strategi IMPIAN membawa dampak signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar murid. Lebih dari itu, praktik baik ini juga telah ditularkan kepada rekan sejawat, diadopsi dalam berbagai kelas, dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan rapor mutu sekolah.

Melalui IMPIAN, pembelajaran tidak lagi sekadar transfer pengetahuan, tetapi menjadi pengalaman mendalam yang penuh makna, berkesadaran, dan menggembirakan. Dengan pendekatan ini, guru tidak hanya mengantarkan murid pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk generasi yang tangguh, inovatif, berkarakter, serta memiliki keterampilan abad ke-21.

Rekomendasi Berita  Guru Mesti Tingkatkan Kemampuan, Ini Pesan Anggota DPRD Barito Utara

Bersama IMPIAN, mari wujudkan pembelajaran yang benar-benar hidup—pembelajaran yang menumbuhkan, memerdekakan, dan menyiapkan murid sebagai pembelajar sepanjang hayat yang siap membawa perubahan positif bagi masa depan.(Rohman)

 

Cuplikan video penerapan IMPIAN https://youtu.be/7xJv2bmBx7M
Link perangkat pembelajaran https://drive.google.com/drive/folders/1kKCe-NsOZC1pZ1gEGeKHKd6MsQ0UeDc9?usp=sharing