SUARADAYAK.com, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara (PAN/Fraksi Aspirasi Rakyat), Bina Husada, mengapresiasi Bupati Shalahuddin saat membacakan amanat Mendagri dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026.
Ia menyatakan, penekanan pada reformasi birokrasi berbasis hasil (outcomes) dan digitalisasi layanan adalah langkah krusial untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif.
Menurut politikus terpilih di Dapil IV ini, secara realitas masih banyak daerah dengan kapasitas fiskal lemah, termasuk Barito Utara, sehingga harus dijawab dengan inovasi dan efisiensi birokrasi.
Ia menyebutkan, keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mulai beroperasi di sejumlah daerah seharusnya menjadi model bagi Barito Utara mempercepat layanan perizinan dan administrasi.
“Reformasi birokrasi tak hanya boleh jadi sekadar jargon. Dengan digitalisasi terintegrasi, kita bisa mengukur kinerja pemerintah daerah secara transparan. Anggaran terbatas justru pemicu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar laporan kegiatan,”terang Bina Husada di Muara Teweh, Selasa (28/4/2026).
Ia pun menyoroti amanat tentang penguatan sumber daya manusia (SDM) aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi.
Ia mendorong Pemkab Barito Utara segera memetakan kompetensi pegawai agar program prioritas nasional seperti kedaulatan pangan dan penurunan kemiskinan bisa berjalan optimal di daerah.
“Jangan sampai program bagus gagal karena SDM aparatur tidak siap. Saya setuju dengan pesan Mendagri yang dibacakan bupati, pemkab harus jadi mitra aktif, bukan pelaksana pasif. Kami di DPRD akan mengawal reformasi birokrasi sehingga benar-benar berbasis outcomes,”pungkas dia.(*)
Penulis : Hendrik SA
Editor : Rohman










