Kamis, September 24, 2026
Beranda Pemkab Barito Utara Bupati Barito Utara Shalahuddin Aktifkan Pertahanan Masyarakat Semesta Bendung Ancaman Karhutla

Bupati Barito Utara Shalahuddin Aktifkan Pertahanan Masyarakat Semesta Bendung Ancaman Karhutla

2
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Muhlis, dan Forkopimda, memimpin rakor penanggulangan karhutla di Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026).(Foto : DOK)

SUARADAYAK.com, Muara Teweh – Pemkab Barito Utara memperkuat strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat sebagai bagian dari sistem pertahanan bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran.

Bupati Shalahuddin mengatakan, penanganan karhutla tak dapat hanya mengandalkan petugas pemadam dan aparat keamanan.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat hingga tingkat desa, kelurahan, dan rukun tetangga (RT) diperlukan, terutama dalam pencegahan, pengawasan, dan pelaporan dini.

Ia mengemukakan masalah tersebut saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Aula Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026).

Rakor turut dihadiri Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Muhlis, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kita tak bisa hanya mengandalkan petugas untuk memadamkan api. BPBD, Damkar, TNI, Polri, dan Manggala Agni juga bisa kewalahan. Karena itu, saya minta kita membangun sistem pertahanan terpadu, yaitu pertahanan masyarakat semesta dalam menghadapi karhutla,” papar dia.

Sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian serius antara lain Kecamatan Teweh Selatan, Teweh Baru, Teweh Tengah, dan Montallat.

Rekomendasi Berita  Anggota Ditpolairud Bimbing Warga DAS Jelai Rawat Tanaman Pangan

Kondisi tersebut harus direspons dengan meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat pengawasan di tingkat masyarakat.

Ia meminta kepada kepala desa, lurah, ketua RT, tokoh adat, dan seluruh masyarakat turut menjaga wilayah masing-masing.

Setiap titik api maupun aktivitas mencurigakan harus segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti sebelum api meluas.

Sebagai bagian dari upaya mempercepat pemantauan, Shalahuddin menginstruksikan agar seluruh drone milik Pemkab Barito Utara dimanfaatkan untuk melakukan pengawasan dari udara.

“Semua drone yang dimiliki pemerintah daerah kita terbangkan. Yang bisa menjangkau tiga kilometer atau lima kilometer, kita manfaatkan. Kita ingin melihat titik api berada di mana dan bagaimana perkembangannya,”sebut dia.

Selain pemantauan udara, sistem keamanan lingkungan (siskamling) juga diminta kembali diaktifkan, khususnya pada malam hari. Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya indikasi aktivitas pembakaran yang diduga terjadi pada malam hari.

“Kita aktifkan kembali siskamling mulai malam ini. Saya juga akan turun ke lapangan. Kita lihat bersama, apakah ada perubahan titik api ketika masyarakat ikut berjaga,”ujar dia.

Rekomendasi Berita  Bupati Barito Utara Sebarkan Ribuan Benih Ikan di DAM Trinsing

Ia menyatakan, telah berkoordinasi dengan Kapolres Barito Utara, Dandim 1013/Muara Teweh, dan Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara terkait langkah penanganan karhutla, termasuk apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran.

Ia menegaskan, dugaan tersebut harus dibuktikan melalui proses sesuai dengan ketentuan hukum.

“Ini masih dugaan, bukan menuduh. Karena itu, selain pencegahan dan penanganan, kita juga meminta segera dilakukan penegakan hukum apabila memang ditemukan pelanggaran,” imbuh dia.

Ia menegaskan, apabila nanti terbukti terdapat pihak yang sengaja melakukan pembakaran hingga menyebabkan karhutla, proses hukum harus ditegakkan.

“Kalau memang ada yang membakar, tangkap. Sudah tidak ada toleransi lagi. Tetapi, sekali lagi, ini masih dugaan dan harus dibuktikan,” sambung dia.

Ia mengingatkan bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan beban bagi kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Ia mengutarakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya saat melakukan kunjungan ke rumah sakit, jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan cukup tinggi, termasuk masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Rekomendasi Berita  Resmikan Radar Cuaca Muara Teweh, Shalahuddin Dorong Penguatan Keselamatan Penerbangan dan Mitigasi Bencana

“Di rumah sakit tadi malam, IGD seperti pasar. Pasien rawat inap sekitar 122 orang. Penyakitnya bermacam-macam, termasuk ISPA. Artinya, dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat luar biasa,”ungkap dia.

Ia meminta wilayah dengan konsentrasi titik api terbanyak segera dipetakan. Personel kemudian dibagi berdasarkan wilayah untuk memperkuat pemantauan dan penjagaan di lapangan.

“Setelah rapat ini, kita petakan wilayahnya. Kita bagi personel untuk menjaga. Masyarakat juga kita libatkan. Titik pelaporan dan nomor kontak harus jelas sehingga ketika ada api, segera diketahui dan ditangani,” pungkas dia.(*)

Editor : Maulana