Kamis, September 3, 2026
Beranda Pemkab Barito Utara Bupati Barito Utara Shalahuddin Turun Pimpin Penanganan Karhutla di Desa Trahean

Bupati Barito Utara Shalahuddin Turun Pimpin Penanganan Karhutla di Desa Trahean

0
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, turun langsung memimpin penanganan karhutla di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Minggu (30/8/2026).(Foto : Dinas Kominfosandi Kabupaten Barito Utara)

SUARADAYAK.com, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, Shalahuddin, turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Minggu (30/8/2026).

Kehadiran Barito Utara-1 di lokasi guna memastikan proses pemadaman berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Kebakaran lahan tdi Trahean diketahui setelah masuk laporan masyarakat melalui aplikasi WhatsApp.

Laporan tersebut ditindaklanjuti Tim TRC-Pusdalops PB BPBD Barito Utara bersama unsur terkait dengan mendatangi lokasi dan melakukan upaya pemadaman.

Penanganan lahan terbakar melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Barito Utara, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) Trahean, KPHP, Kodim 1013/Babinsa, Polres Barito Utara, Polsek Teweh Selatan/Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa Trahean, dan masyarakat setempat.

Di lapangan, tim gabungan menggunakan mesin pompa portabel, selang nozzle dan mobil water supply untuk mengendalikan api. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama guna mencegah api menjalar ke kawasan lain.

Shalahuddin hadir bersama Sekda Muhlis, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran terkait. Selain memantau kondisi, ia juga turut membantu proses pemadaman di lokasi.

Rekomendasi Berita  Ketua DPRD Barito Utara Dukung Penerapan Aplikasi SI -BAGA

“Kita harus bergerak cepat ketika ada laporan kebakaran. Jangan sampai api yang awalnya kecil meluas dan sulit dikendalikan. Sinergi seluruh pihak sangat penting,”kata dia.

Ia mengingatkan masyarakat agar tak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi lahan yang rentan terbakar.

Ia, menambahkan, pencegahan karhutla tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Setiap kemunculan titik api diharapkan segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum meluas.

Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur, kebakaran berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.40 WIB. Luas lahan gambut yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare.

“Masyarakat jangan menunggu api membesar. Kalau menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepat mungkin,” sebut dia lagi.(*)

Editor : Rohman