Jumat, Agustus 28, 2026
Beranda Parlemen DPRD Mura DPRD Mura Soroti Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan pada Remaja

DPRD Mura Soroti Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan pada Remaja

2
Mahyono

Puruk Cahu – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya (Mura) menyoroti penggunaan gadget secara berlebihan di kalangan remaja yang dinilai dapat memberikan dampak terhadap pola pikir, produktivitas hingga kesehatan mental.

Anggota DPRD Murung Raya, Mahyono, mengatakan perkembangan teknologi digital membuat penggunaan ponsel pintar semakin tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Gadget kini menjadi salah satu sarana utama untuk berkomunikasi dan mengakses berbagai informasi melalui media sosial.

Menurutnya, kemudahan tersebut tentu memberikan banyak manfaat. Namun, di sisi lain, masyarakat terutama remaja perlu lebih berhati-hati karena tidak semua informasi maupun konten yang tersedia di internet bersifat positif.

“Namun semakin canggihnya handphone, banyak juga informasi atau situs-situs negatif yang mudah diakses sehingga sering memengaruhi pola pikir masyarakat, terutama kaum remaja,” katanya, Selasa (11/08/2026).

Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai, penggunaan gadget tanpa kontrol dapat membuat remaja menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat mereka kurang produktif dan lebih mudah terpapar konten yang tidak sesuai.

Rekomendasi Berita  Ketua Komisi II DPRD Mura Apresiasi Polres Jaga Stabilitas Keamanan Daerah

“Semua informasi apa pun saat ini dengan mudah bisa diakses melalui gadget dan sebenarnya itu mempermudah, namun terkadang banyak anak remaja yang menyalahgunakan,” imbuhnya.

Mahyono mengajak para orang tua dan generasi muda untuk bersama-sama membangun kebiasaan penggunaan gadget yang sehat. Remaja perlu diberikan pemahaman agar mampu membedakan informasi yang bermanfaat dengan konten yang berpotensi memberikan pengaruh negatif. “Yang terpenting hindari ketergantungan, dengan mengatur waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu produktivitas atau kesehatan mental,” tukasnya. (Man)