Minggu, Mei 24, 2026
Beranda Berita FBIM 2026 : Tumbangkan Barito Utara, Tim Sepak Sawut Murung Raya Raih...

FBIM 2026 : Tumbangkan Barito Utara, Tim Sepak Sawut Murung Raya Raih Juara I

1
Tim sepak sawut Mura sedang bertanding (Foto : Diskominfo SP Mura)

Suara Dayak.com, Palangka Raya – Tim Sepak Sawut Kabupaten Murung Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I pada lomba permainan tradisional Sepak Sawut di ajang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Kalimantan Tengah 2026.

Dalam partai final yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Rabu malam (20/5/2026), tim Murung Raya berhasil menumbangkan Kabupaten Barito Utara melalui drama adu penalti dengan skor 2-1.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga akhir laga. Kedua tim menampilkan permainan terbaik dan saling berbalas serangan dalam upaya merebut gelar juara. Sorak-sorai penonton pecah saat Murung Raya memastikan kemenangan lewat adu penalti yang menegangkan.

Keberhasilan tersebut sekaligus mengukuhkan Murung Raya sebagai juara bertahan cabang Sepak Sawut setelah pada FBIM tahun sebelumnya juga berhasil meraih gelar yang sama.

Bupati Murung Raya, Heriyus, yang hadir langsung menyaksikan pertandingan, menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan juri, dan seluruh atlet yang telah menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Rekomendasi Berita  Polri-TNI Bersinergi Menjaga Keamanan dan Kondusivitas Wilayah

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Murung Raya mengucapkan apresiasi kepada seluruh dewan juri, panitia, dan atlet yang ikut dalam lomba sepak sawut ini. Soal juara itu nomor dua, yang terpenting kita semua bersahabat. Inilah ajang silaturahmi kita dalam Isen Mulang,” ujar Heriyus.

Menurutnya, kemenangan bukanlah tujuan utama dalam permainan tradisional tersebut. Yang lebih penting adalah terjalinnya persaudaraan, kebersamaan, serta upaya melestarikan budaya daerah di Kalimantan Tengah.

“Namanya pertandingan pasti ada yang menang dan kalah, itu hal biasa. Tetapi saya bangga karena seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas. Itu yang paling penting,” tutupnya. (Man)