Rabu, September 2, 2026
Beranda Parlemen DPRD BARUT Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara Dukung Edukasi Penggunaan Obat...

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara Dukung Edukasi Penggunaan Obat Aman Buat Masyarakat

2
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara (Komisi II), Taufik Nugraha.(Foto : Dok)

SUARADAYAK.com, Muara Teweh – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara (Komisi II), Taufik Nugraha, mendukung pemkab melalui Dinas Kesehatan meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara benar dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pria yang juga Ketua Komisi II ini mengatakan, masih ditemukan masyarakat yang mengonsumsi obat tanpa memahami aturan pakai, dosis, maupun efek sampingnya. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama agar tak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

“Pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang aman harus terus ditingkatkan. Jangan sampai obat dikonsumsi secara sembarangan atau melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat membahayakan kesehatan,”kata politikus terpilih di Dapil I ini di Muara Teweh, Selasa (16/6/2026).

Ia menerangkan, setiap jenis obat memiliki aturan penggunaan yang berbeda. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk selalu membaca petunjuk penggunaan dan tidak ragu berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker apabila mengalami keluhan kesehatan.

Ia menyebutkan, peran Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, serta tenaga kefarmasian sangat penting dalam memberikan sosialisasi secara berkelanjutan, baik melalui penyuluhan langsung di tengah masyarakat maupun pemanfaatan berbagai media informasi.

Rekomendasi Berita  Ditpolairud Polda Kalteng Sambangi Nelayan DAS Mentaya

“Kami berharap edukasi tentang penggunaan obat yang rasional terus digencarkan sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya mengikuti aturan pakai serta menghindari konsumsi obat tanpa pengawasan tenaga medis,” kata dia.

Ia mengingatkan masyarakat agar tak menjadikan obat sebagai solusi utama tanpa mengetahui penyebab penyakit yang dialami. Penggunaan obat secara tidak tepat dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk pada fungsi hati dan ginjal.

Ia mengharapkan, upaya edukasi yang dilakukan secara konsisten mampu membangun kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan obat, sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai langkah utama dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

“Kesadaran masyarakat merupakan kunci. Dengan pemahaman yang baik, penggunaan obat akan lebih tepat, aman, dan manfaatnya benar-benar dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan di kemudian hari,” pungkas pria yang menyelesaikan pendidikan sarjananya di Yogya.(*)

Editor : Lana