Jumat, April 17, 2026
Beranda Daerah Peringatan Paskah di Puruk Cahu, Heriyus Ajak Perkuat Kasih dan Persatuan

Peringatan Paskah di Puruk Cahu, Heriyus Ajak Perkuat Kasih dan Persatuan

0
Buoati Heriyus dalam acara peringatan Jumat Agung, Paskah, sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-187 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang digelar di Gereja Hosana Puruk Cahu, Jumat (10/4/2026).

Suara Dayak.com, Puruk Cahu – Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus menghadiri peringatan Jumat Agung, Paskah, sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-187 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang digelar di Gereja Hosana Puruk Cahu, Jumat (10/4/2026).

Dalam sambutannya, Heriyus mengajak seluruh jemaat untuk memaknai momentum iman tersebut sebagai ajakan untuk memperbarui kemanusiaan sekaligus memperkuat nilai kasih dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengutip tema Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) tahun 2026, yakni “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”.

Menurutnya, kebangkitan Kristus harus dimaknai sebagai dorongan untuk melakukan perubahan nyata dalam kehidupan, dengan meninggalkan hal-hal yang merusak dan memperkuat nilai kasih terhadap sesama.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-187 kepada GKE. Ia mengenang perjalanan panjang GKE yang berawal dari pekabaran Injil oleh para misionaris sejak tahun 1835 di Tanah Kalimantan.

“Dari benih kecil, kini GKE bertumbuh menjadi gereja besar. Di Murung Raya, GKE hadir jauh sebelum kabupaten ini terbentuk, berperan dalam mendidik generasi muda, merawat orang sakit, serta menanamkan nilai kasih di tengah masyarakat Dayak dan seluruh warga,” ujar Heriyus.

Rekomendasi Berita  Warga Barito Utara Tewas Tertimpa Kayu Lapuk, Sepulang Beli Air Galon

Ia turut mengapresiasi Jemaat GKE Hosana Puruk Cahu atas dedikasi dan pelayanan yang terus dilakukan tanpa kenal lelah. Apresiasi juga disampaikan kepada panitia pelaksana yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan dengan baik, mulai dari kebaktian, perlombaan hingga aksi sosial.

Mengakhiri sambutannya, Heriyus berpesan agar semangat kebangkitan Kristus tidak hanya dimaknai dalam ibadah, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Biarlah kuasa kebangkitan itu tidak hanya di mimbar dan liturgi gereja, tetapi hadir dalam rumah tangga, tempat kerja, hingga setiap sudut kehidupan. Jika Kristus telah membarui hidup kita, maka mari kita saling mengasihi tanpa sekat dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya. (Man)