Kamis, April 2, 2026
Beranda Pemkab Barito Utara Wabup Felix Pimpin Apel HAB, Ingatkan Sinergi Umat Beragama

Wabup Felix Pimpin Apel HAB, Ingatkan Sinergi Umat Beragama

4
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y.Tingan, memimpin upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag di halaman kantor bupati, Muara Teweh, Sabtu (3/1/2026).(Suara Dayak.Com/Dinas Kominfosandi Barito Utara)

SUARA DAYAK.COM, Muara Teweh – Memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Kabupaten Barito Utara, Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y.Tingan memimpin upacara di Muara Teweh, Sabtu (3/1/2026).

Ia mengingatkan, penting sinergi antarumat beragama, saat membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Acara ini dihadiri Forkopimda, Sekda Muhlis, anggota DPRD, serta jajaran Kemenag Barito Utara.

HAB ke-80 Kemenag mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

Ia menjelaskan bahwa kerukunan sejati bukanlah sekadar tidak adanya konflik, melainkan kemampuan untuk menganyam perbedaan identitas dan keyakinan menjadi sebuah kekuatan kolaboratif yang mendorong kemajuan bangsa.

“Keberadaan Kementerian Agama adalah jawaban atas kebutuhan riil bangsa yang majemuk. Cita-cita pendirinya adalah agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai dan mewujudkan masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera,” tegas dia.

Peran strategis Kemenag terus berkembang, mencakup penjagaan nalar agama dalam bingkai kebangsaan, peningkatan kualitas pendidikan agama, serta penguatan kerukunan berbasis kemanusiaan. Ia juga menyoroti capaian transformasi digital yang masif yang dilakukan Kemenag sepanjang 2025.

Rekomendasi Berita  Bupati Barito Utara : Lima Raperda Fondasi Pembangunan Daerah

“Transformasi digital kami lakukan untuk menghadirkan layanan keagamaan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Ini adalah fondasi dari ‘Kemenag Berdampak’ yang kami bangun,” paparnya.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, Kemenag aktif mendorong penguatan melalui ribuan pesantren serta optimalisasi instrumen ekonomi syariah dan sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, dan sedekah. Program-program ini, menurut Menag, tidak hanya memandirikan lembaga keagamaan tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.

Sektor pendidikan di bawah Kemenag juga menunjukkan kemajuan signifikan. Madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan disebutnya terus menanjak kualitasnya, berkat inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana, sehingga mampu bersaing bahkan melampaui standar pada beberapa aspek.

Perayaan HAB ke-80 ini menjadi momentum untuk merefleksikan peran Kementerian Agama selama delapan dekade sekaligus mempertegas komitmennya untuk terus menjadi solusi atas berbagai tantangan bangsa melalui sinergi umat, inovasi layanan, dan pemberdayaan masyarakat.(Rohman)