
SUARADAYAK.COM, Muara Teweh – Pemkab Barito Utara menggelar rapat joordinasi Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan selama dua hari di Muara Teweh, Rabu dan Kamis (15–16/4/2026).
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menyatakan, penting identifikasi kendala di lapangan melalui evaluasi yang komprehensif agar solusi bisa diambil secara cepat dan tepat.
Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati, Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Muhlis, dan jajaran perangkat daerah terkait.
Shalahuddin menyebutkan, tanpa evaluasi yang mendalam, berbagai hambatan teknis maupun nonteknis berpotensi menghambat laju pembangunan.
“Evaluasi menyeluruh akan membuka mata kita terhadap persoalan riil di masyarakat. Jangan sampai program sudah berjalan, tapi kendala di lapangan tidak terdeteksi. Kita harus cepat mencari solusi,”imbuh dia.
Ia memerintahkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) secara jujur melaporkan kendala yang dihadapi, mulai dari masalah anggaran, koordinasi lintas sektor, hingga kondisi geografis yang mempengaruhi akses pembangunan.
Menurut dia, keterbukaan dalam evaluasi adalah langkah awal untuk memperbaiki kinerja.
Beberapa sektor yang menjadi sorotan antara lain infrastruktur (pembangunan jembatan dan perbaikan jalan), layanan kesehatan, pendidikan, pertanian, ketahanan pangan, serta penanganan stunting. Bupati meminta agar setiap program yang bersentuhan langsung dengan warga diprioritaskan dan dieksekusi tepat waktu.
“Kita tak ingin ada program yang mangkrak atau terlambat. Setiap rupiah anggaran daerah harus memberikan manfaat nyata. Karena itu, evaluasi bukan sekadar laporan, tapi alat untuk memastikan ketepatan sasaran,”ujar dia.
Ia pun mengajak seluruh elemen pemkab dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
“Mari kita jadikan evaluasi sebagai budaya kerja. Dengan begitu, Barito Utara akan semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,”tandas bupati.(*)
Pewarta : Lana
Editor : Lana









