
SUARADAYAK.COM, Muara Teweh – Keberadaan pelaksana tugas (Plt) camat yang masih dominan di Kabupaten Barito Utara kembali mengundang perhatian publik.
Dari sembilan kecamatan yang ada, lima di antaranya hingga kini masih dipimpin oleh Plt, sementara hanya empat yang telah memiliki camat definitif.
Situasi tersebut terlihat dalam pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Barito Utara yang berlangsung di Balai Antang, Senin, 4 Mei 2026.
Beberapa posisi Plt camat meliputi Kecamatan Teweh Baru, Teweh Selatan, Gunung Purei, dan Lahei Barat. Selain itu, jabatan Plt Camat Teweh Tengah telah lebih dahulu diisi beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, pemkab juga mengangkat camat definitif untuk empat wilayah, yakni Kecamatan Teweh Timur, Lahei, Gunung Timang, dan Montallat.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan, penunjukan Plt maupun pelantikan pejabat merupakan bagian dari strategi penataan birokrasi.
Ia mengatakan, langkah ini diperlukan untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah setelah enam bulan masa kepemimpinannya berjalan.
“Pelantikan ini bagian dari upaya penataan agar kinerja pemerintahan semakin optimal dan responsif,”kata dia kepada wartawan.
Ia melanjutkan, seluruh pejabat yang dilantik akan dibebani target kerja yang jelas. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala untuk memastikan capaian program berjalan sesuai harapan.
“Setiap pejabat memiliki target. Jika tidak tercapai, tentu akan dilakukan evaluasi secara berkala, minimal enam bulan sekali,”ujar dia.
Pemkab Barito Utara mengharapkan, meskipun masih terdapat kecamatan yang dipimpin Plt, pelayanan publik tetap berjalan maksimal dan tidak menghambat roda pemerintahan di tingkat wilayah.(*)









