
SUARADAYAK.com, Sampit – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari yang kian padat, Ditpolairud Polda Kalteng melalui KP XVIII-1004 menghadiran sebuah ruang sederhana namun penuh makna, kini mulai menyita perhatian warga di DAS Mentaya, Senin (24/8/2026).
Sebuah Pondok Baca yang dikelola secara swadaya dan gotong royong resmi berdiri, menjadi bukti nyata keinginan masyarakat untuk terus tumbuh, belajar, dan meningkatkan kualitas diri melalui budaya membaca.
Pondok Baca hadir bukan sekadar sebagai tempat menyimpan buku, melainkan sebagai pusat literasi terbuka yang bisa diakses oleh siapa saja tanpa biaya.
Mulai dari anak-anak usia dini, pelajar, hingga orang dewasa, semua dipersilakan datang untuk membaca, meminjam, maupun sekadar duduk tenang menyerap wawasan dari lembar-lembar buku yang tersedia.
Direktur Polairud Polda Kalteng, Kombes (Pol) Dony Eka Putra, menyampaikan tujuan utama keberadaan pondok baca mendekatkan buku kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang sebelumnya sulit mengakses sumber bacaan.
“Kami ingin membuktikan bahwa literasi tidak harus mahal atau jauh jangkauannya. Di sini, setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menambah wawasan, membuka pikiran, dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas dia.(*)
Editor : Maulana









