
Puruk Cahu – Bupati Murung Raya (Mura) Heriyus mendorong para lulusan Sekolah Lansia “GITA ULUH ITAH” agar menjadi teladan di tengah masyarakat dengan terus menerapkan pola hidup sehat, aktif, dan produktif.
Pesan tersebut disampaikan Heriyus saat menghadiri Wisuda Sekolah Lansia “GITA ULUH ITAH” yang digelar di Aula Gedung B Puruk Cahu, Rabu (5/8/2026).
Menurut Heriyus, para lansia memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Selain menjadi sumber pengalaman dan keteladanan, mereka juga berperan menjaga nilai-nilai budaya serta menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Saya berharap para lulusan Sekolah Lansia dapat menjadi Duta Lansia Tangguh di lingkungan masing-masing. Jadilah teladan dalam menerapkan pola hidup sehat, aktif mengikuti Posyandu Lansia, Bina Keluarga Lansia, kegiatan keagamaan, olahraga, dan aktivitas sosial lainnya,” ujar Heriyus.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3DALDUKKB) Kabupaten Murung Raya yang terus menghadirkan inovasi dalam program pembangunan keluarga, termasuk melalui penyelenggaraan Sekolah Lansia.
Tak lupa, Heriyus menyampaikan penghargaan kepada kepala sekolah lansia, para penyuluh KB, kader Bina Keluarga Lansia, tenaga kesehatan, Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta seluruh mitra yang telah mendampingi para peserta hingga menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Sekolah Lansia merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.
Lebih lanjut, Heriyus menegaskan Pemerintah Kabupaten Murung Raya akan terus mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari seluruh kelompok usia. Ia meyakini bahwa investasi terbaik bagi daerah bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter.
“Pada akhirnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh apa yang dibangun, tetapi oleh bagaimana masyarakatnya hidup, tumbuh, saling menghormati, dan saling menguatkan,” pungkasnya. (Man)









