Sabtu, April 4, 2026
Beranda Daerah Objek Wisata Taman Kota Pasir Putih Diharapkan Dongkrak PAD Murung Raya

Objek Wisata Taman Kota Pasir Putih Diharapkan Dongkrak PAD Murung Raya

5
Objek Wisata Taman Kota Pasir Putih di-launching langsung oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, pada Jumat (13/2/2026).

Suara Dayak.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) terus mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah. Salah satunya melalui peresmian Objek Wisata Taman Kota Pasir Putih yang di-launching langsung oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, pada Jumat (13/2/2026).

Objek wisata Taman Kota Pasir Putih memiliki luas lahan kurang lebih 5.000 meter persegi. Sejumlah sarana dan prasarana penunjang telah dibangun oleh pemerintah daerah, di antaranya rumah jaga, titian dan gazebo utama, gazebo kecil, jembatan penyeberangan, pendopo, kantin dan toilet, pagar keliling, serta plang nama objek wisata.

Bupati Mura Heriyus menyampaikan bahwa pembangunan sarana dan prasarana tersebut bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi wisatawan. Dengan fasilitas yang memadai, objek wisata ini diharapkan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Menurut Heriyus, peningkatan kunjungan wisatawan akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Selain berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), keberadaan Taman Kota Pasir Putih juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal serta menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah.

Rekomendasi Berita  Sidang MK ; KPU Barito Utara Bantah Dalil Pemilih di TPS 004 Desa Malawaken Kehilangan Hak Suara!

Heriyus juga menekankan pentingnya pemeliharaan sarana dan prasarana objek wisata agar tetap dalam kondisi baik dan layak digunakan. Pemeliharaan tersebut dinilai penting untuk menjaga kenyamanan, kepuasan, serta keamanan wisatawan yang berkunjung ke Taman Kota Pasir Putih.

Lebih lanjut, Bupati Mura menjelaskan bahwa Taman Kota Pasir Putih dirancang sebagai zona kreatif yang mengintegrasikan unsur seni, budaya, dan industri kreatif lokal. Melalui kegiatan seperti workshop kerajinan, pertunjukan seni, dan kuliner khas daerah, objek wisata ini diharapkan menjadi ruang partisipatif yang mendukung ekonomi kreatif dan interaksi sosial masyarakat. “Saya berpesan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan,” ujar Heriyus. (Man)