Kamis, April 23, 2026
Beranda Berita PT IMK Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lingkar Tambang

PT IMK Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lingkar Tambang

1
Perusahaan dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha dan calon pengusaha di lingkar tambang PT IMK. (Foto : Ist)

Suara Dayak.com, Puruk Cahu – Pilar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang diatur pemerintah menempatkan kemandirian ekonomi sebagai salah satu strategi utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Melalui program CSR/PPM, PT Indo Muro Kencana (IMK) menyelenggarakan pelatihan inisiasi usaha kecil bagi masyarakat desa lingkar tambang. Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta yang terdiri dari pengurus koperasi binaan, siswa-siswi SMK Negeri Tanah Siang, serta perwakilan masyarakat dari 13 desa lingkar tambang.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni pada 20–21 April 2026, bertempat di aula Puskesmas Datah Kotou, Kecamatan Tanah Siang Selatan. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari Rumah BUMN Palangka Raya yang merupakan praktisi usaha berpengalaman.

Materi pelatihan disampaikan secara interaktif, mencakup pengenalan peluang usaha, identifikasi potensi ekonomi lokal, business canvas model, branding produk, strategi pemasaran, perhitungan usaha, hingga aspek legalitas dan permodalan.

Business canvas model diperkenalkan sebagai metode sederhana dalam merancang rencana bisnis agar pelaku usaha dapat melihat gambaran menyeluruh dari usaha yang akan dijalankan. Sementara itu, branding produk ditekankan sebagai upaya membangun identitas produk agar mampu bersaing di pasar.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan action plan oleh para peserta sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan usaha yang akan dikembangkan.

Rekomendasi Berita  Kios BUE Jual Sembako Lebih Terjangkau bagi Warga Murung Raya

Perwakilan CSR PT Indo Muro Kencana, Rista Elia Sari, berharap pelatihan ini dapat memberikan wawasan baru bagi peserta dalam menginisiasi usaha produktif berbasis potensi lokal.
“Diharapkan peserta mampu mengembangkan usaha mandiri dengan memanfaatkan peluang serta kemampuan yang dimiliki,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa implementasi materi pelatihan secara konsisten akan membentuk model bisnis yang adaptif terhadap kearifan lokal sekaligus mampu mengikuti dinamika global.(Man)