Selasa, April 28, 2026
Beranda Pemkab Barito Utara Bupati Barito Utara Pastikan Tersedia Dana Dukung Pelebaran Jalan Muara Teweh...

Bupati Barito Utara Pastikan Tersedia Dana Dukung Pelebaran Jalan Muara Teweh dan Ganti Rugi

8
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, didampingi asisten III, kadis PUPR, dan kadis Perkimtan menghadiri kegiatan sosialisasi pelebaran jalan di Muara Teweh, Senin (12/1/2026).(Foto : SuaraDayak.Com/Rohman)

SUARADAYAK.COM, Muara Teweh – Pemkab Barito Utara menggelar sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan pelebaran jalan dalam Kota Muara Teweh, Senin (12/1/2026).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Barito Utara, Shalahuddin, bertujuan menyampaikan rencana dan mekanisme pembebasan lahan kepada warga masyarakat yang tanah dan bangunannya terdampak.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, antara lain, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yaser Arapat, Kepala Dinas PUPR M. Iman Topik, Kadis Perkimtan, Junaidi, perwakilan dari Badan Pertanahan, masyarakat, san para undangan lain.

Shalahuddin mengawali dengan mengucap syukur dan menyampaikan kabar baik mengenai kepastian anggaran.

“Setelah kami perjuangkan, anggaran untuk pembangunan telah masuk ke Kabupaten Barito Utara dengan total kurang lebih Rp3,2 triliun. Kabupaten kita termasuk daerah dengan alokasi anggaran terbesar di Kalimantan Tengah pada tahun 2026,” papar dia.

Dana tersebut, sambung dia, akan mendukung program prioritas daerah, termasuk pelebaran jalan di ruas Jalan Yetro Sinseng, Jalan Pramuka, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Ahmad Yani.

Rekomendasi Berita  Ketua Komisi II DPRD Barito Utara Apresiasi Inovasi Pelayanan Adminduk Disdukcapil

Selain itu, Pemkab juga merencanakan pembangunan waterfront city di sepanjang pinggiran sungai, mulai dari Jembatan Hasan Basri hingga Karang Jawa, masih memerlukan pembebasan lahan.

Ia menyadari rencana pembangunan ini akan berdampak pada kepemilikan tanah warga.

Sebab itu, ia menegaskan transparansi dalam proses penggantian kerugian. “Penentuan nilai ganti rugi nantinya akan dilakukan oleh penilai independen (appraisal) melalui konsultan resmi, bukan ditetapkan sepihak oleh pemerintah,”terang Shalahuddin.

Ia menyatakan, untuk jangka menengah hingga 2029, pemkab telah menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp4 triliun, yang juga akan dialokasikan untuk penyelesaian tiga jembatan besar, pembangunan jalan tepi sungai, dan pengembangan kawasan permukiman baru Muara Teweh Baru.

Kegiatan sosialisasi ini, menurut dia, merupakan langkah awal untuk mendengar masukan dan aspirasi masyarakat.

Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi para pemilik tanah terdampak untuk menyampaikan pertimbangan dan saran sebelum proses lebih lanjut dilaksanakan.

Dengan komunikasi yang baik, Pemkab Barito Utara berharap seluruh rangkaian pembangunan dapat berjalan lancar, transparan, dan membawa kemajuan bagi Muara Teweh serta masyarakat Barito Utara secara keseluruhan.(Rohman)

Rekomendasi Berita  DPRD Barsel Kunjungi Setwan Barito Utara, Koordinasi Implementasi Perpres 72/2025