
SUARADAYAK.COM, Muara Teweh – Penyidik Satreskrim Polres Barito Utara, Kalimantan Tengah, meminta keterangan kepada saksi korban seorang perempuan berinisial AP, berkaitan dengan laporannya mengenai penipuan berkedok arisan online diselenggarakan oleh perempuan berinisial KDA.
Seusai pemeriksaan, AP mengaku sudah diambil keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Barito Utara dalam kapasitasnya sebagai saksi korban, Kamis malam (30/4/2026) malam.
Di hadapan penyidik, ia menjelaskan kronologis serta awal mula tertarik tawaran KDA mengikuti pembelian satu slot arisan online.
“Slot arisan online yang hendak dijual KDA itu milik peserta berinisial SPS. Saya cuma berani Rp75 juta, lebih dari itu saya tidak berani,” jelas AP kepada wartawan di kediamannya, Jumat (1/5/2026) pagi.
Saat itu, saksi juga sempat menanyakan kepada terduga penipu KDA, kapan uang arisan cair, dijawab oleh yang bersangkutan pencairan uang pada 18 April 2026.
“Kemudian saya transferlah uang Rp 75 juta itu ke nomor rekening KDA. Namun saat saya konfirmasi ke SPS, ternyata KDA tak menyampaikan uangnya itu ke pemilik slot arisan. Setelah itu KDA kabur. Selanjutnya, saya cari dan saya tanya ke SPS kamu jual arisan sama KDA itu saya yang beli, terus SPS menjawab saya tak pernah terima uang itu, Kak,” terang dia.
Saksi AP memastikan kepada penyidik, jika dirinya mengalami kerugian total Rp145 juta. Sehingga ia memilih takkan menempuh jalur mediasi dengan KDA.
“Yang pasti saya ingin kasus ini terus berlanjut, agar bisa ditarik simpul merahnya,” tegas dia.
Ia menambahkan, SPS juga akan dipanggil penyidik guna diambil keterangan sebagai saksi dari korban, yakni dirinya Senin (4/5/2026) mendatang.
SPS saat datang ke kediaman AP menyatakan, siap jika dihadirkan sebagai saksi oleh AP, karena mengharapkan kasus jual beli slot arisan online diduga bodong ini jelas.
“Saya mengharapkan kasus ini terang-benderang, agar KDA yang diduga sebagai pelaku bisa mengakui kesalahannya,” tandas dia.(*)
Penulis: Aprie
Editor: Aprie









